loader

Please Wait ...

Ali Imron Hamid
| Kamis, 26 Nov 2020

Gotong Royong Harus Diwariskan dari Masa ke Masa

Melalui gotong royong, apapun masalahnya dan seberat apapun persoalannya dapat diatasi dengan menuntaskannya secara beramai-ramai atau gotong royong. 
Gotong Royong Harus Diwariskan dari Masa ke Masa Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan saat menggelar menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Rabu (25/11) di Jakarta. (Foto: gesuri.id/Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Warisan luhur bangsa Indonesia sejak dulu kala bukanlah emas permata ataupun intan berlian, namun para founding fathter negara ini mewariskan nilai-nilai luhur yang berasal dari filosofi dasar manusia yaitu gotong royong yang harus dilestarikan dari masa ke masa. Melalui gotong royong, apapun masalahnya dan seberat apapun persoalannya dapat diatasi dengan menuntaskannya secara beramai-ramai atau gotong royong. 

"Itulah nilai yang paling dasar dari lima sila dari Pancasila sehingga sebagai generasi penerus bangsa kita harus tetap meneruskan semangat gotong royong yang sudah diwariskan tiap jaman," kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan saat menggelar menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Rabu (25/11) di Jakarta. 

Menurut Putra, meskipun bangsa Indonesia saat ini sedang diuji dengan pandemik covid 19, tetap tidak membuat semangat gotong royong itu kendor apalagi sampai luntur. Buktinya ada begitu banyak bantuan yang diberikan oleh masyarakat dan diterima warga yang membutuhkan. "Keluarga terdekat di lingkungan masyarakat bukanlah saudara kita melainkan tetangga yang berada di lingkungan kita. Tetangga adalah orang pertama yang akan memberikan bantuan saat kita sedang dilanda kesusahan," katanya. 

Untuk itu, Putra berpesan kepada para mahasiswa baru di Jakarta Timur untuk tetap menerapkan semangat gotong royong dalam memecahkan persoalan. Dengan bergotong royong tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. "Dalam bahasa jaman sekarang, gotong royong adalah kolaborasi. Mahasiswa harus mampu berkolaborasi memecahkan berbagai project-project dalam perkuliahan," ujarnya. 

Bung Karno, tambah Putra, telah menyatakan bahwa lima sila dari Pancasila tersebut berjiwa gotong royong. Prinsip Ketuhanan nya harus berjiwa gotong royong (yang lapang dan toleran) bukan Ketuhanan yang saling menyerang dan mengucilkan. 

Prinsip kemanusiaan universalnya harus berjiwa gotong royong bukan bergaulan kemanusiaan yang menjajah dan eksploitatif . Prinsip persatuannya harus berjiwa gotong royong (mengupayakan persatuan dengan tetap menghargai perbedaan dalam  bingkai Bhinneka  Tunggal Ika.

Prinsip demokrasinya harus berjiwa gotong royong (mengembangkan musyawarah mufakat) bukan demokrasi yang didikte oleh suara mayoritas atau minoritas elit penguasa atau pemilik modal.

Prinsip keadilannya harus berjiwa gotong royong (mengembangkan partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi dengan semangat kekeluargaan bukan visi kesejahteraan yang berbasis individualisme , bukan pula  kebebasan yang mengekang individu seperti dalam sistem etatisme

Mahasiswa selain harus mewarisi semangat gotong royong, di satu sisi juga harus mengasah kemampuan soft skill agar saat mereka memasuki dunia kerja menjadi manusia yang lebih siap berkompetisi. "Mahasiswa harus sejak dari semester satu mengasah soft skill sehingga saat mereka lulus nanti, kemampuan soft skill mereka bisa diuji di dunia kerja," kata Putra. 

Adapun nilai nilai soft skill yang dibutuhkan saat masuk dunia kerja adalah leadership, agile thinking skill atau kemampuan berpikir cepat hingga kemampuan team work yang baik. Berbagai soft skill ini dapat diasah saat mahasiswa terjun berorganisasi di kampus. Namun demikian, mahasiswa jangan terlena berorganisasi karena akan mengakibatkan nilai IPK menjadi turun. 

"Mahasiswa tetap harus menjaga standar IPK minimal 3,00 atau 3,5. Dengan IPK tersebut, HRD akan melakukan penyeleksian sebelum keterima kerja. Setelah masuk, kemampuan soft skill yang akhirnya akan sangat banyak digunakan terutama sekali adalah pada kemampuan berkomunikasi yang baik saat bekerja," katanya.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI diikuti oleh mahasiswa baru dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan pengecekan suhu tubuh dengan alat thermo gun. Peserta yang ikut adalah para mahasiswa baru dari berbagai kampus di Jakarta Timur seperti BSI, Unindra, Universitas MH Thamrin Jakarta, IPB, ITB, Poltekes, IISIP Jakarta, Uhamka, dan kampus lainnya.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote