loader

Please Wait ...

Ali Imron Hamid
| Kamis, 10 Sep 2020

Cerita Putra Dapat Pesan Jakob Oetama Melalui Dahlan Iskan

"Saya sangat menghormati masukan Pak Jakob itu, tapi bukan berarti berubah (gaya Rakyat Merdeka). Saya yakin Pak Jakob sangat menghormati style Rakyat Merdeka, beliau hanya mau menceritakan punya style berbeda."
Cerita Putra Dapat Pesan Jakob Oetama Melalui Dahlan Iskan Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan (Kompas TV).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Putra Nababan memiliki kenangan khusus terhadap pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, yang kini telah tutup usia pada Rabu (9/9/2020).

Putra yang saat itu menjadi Redaktur Pelaksana koran Rakyat Merdeka pada 1998, melakukan pertemuan dengan Dahlan Iskan yang merupakan CEO Jawa Pos Grup. 

Waktu itu, kata Putra, Dahlan terlebih dahulu bertemu dengan Jakob di suatu tempat.

Sesampainya di kantor Graha Pena, Jakarta, Dahlan memanggil Putra ke ruangannya.

"Jadi saya ada di lantai tiga, Pak Dahlan di lantai dua dan beliau manggil saya untuk ke bawah," ujar Putra. 

Ketika sudah di lantai dua, Dahlan menyampaikan pesan Jakob untuk Putra. 

"Saya balik nanya, pesan apa pak? Saya baru bertemu," ucap Putra. 

"Pak Jakob bilang begini, kalau Kompas membangunkan orang itu, orangnya disentuh-sentuh sembari berbisik, mas bangun mas," ujar Putra yang menirukan ucapan Dahlan. 

Mendengar ucapan tersebut, Putra mengaku bingung dengan maksud pesan Jakob kepadanya. 

"Pak Dahlan bilang, kalau Rakyat Merdeka ngebangunin orang diguyur pakai air. Diambil ember, langsung disiram pakai air. Jadi itu pesannya Pak Jakob buat kamu," kisah Putra. 

Setelah dijelaskan Dahlan, Putra langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata Kompas dan Rakyat Merdeka berbeda gaya, tetapi memiliki inti yang sama yaitu membangunkan orang. 

"Jadi Pak Dahlan mau menceritakan style koran yang saya kelola waktu itu Rakyat Merdeka dengan koran beliau (Kompas) punya style berbeda tapi tujuannya sama," tutur Putra. 

"Saya sangat menghormati masukan Pak Jakob itu, tapi bukan berarti berubah (gaya Rakyat Merdeka). Saya yakin Pak Jakob sangat menghormati style Rakyat Merdeka, beliau hanya mau menceritakan punya style berbeda," sambung Putra. 

Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Rencananya, jenazah akan dibawa ke kediamannya di Jalan Sriwijaya. Kemudian akan dibawa ke tempat persemayaman terakhir di Gedung Kompas Gramedia dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Sumber: Tribunnews.com

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote